Tampilkan postingan dengan label Lamda CO AFR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamda CO AFR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2016

Review penggunaan Double OCT terhadap Emisi Gas Buang Agya Ayla {donzk1ng}

 gambar 1 - perbandingan emisi tanpa dan dengan double OCT
http://otodiy.blogspot.com
Review Menggunakan Double OCT (Oil Catch Tank)
Hasil HC, O2 & Lambda turun sedangkan CO & CO2 naik. 
HC n O2 harus rendah dan CO n CO2 naik = artinya pembakarannya nyaris sempurna = angka lambda mendekati 1. Kalau sempurna bgt = 1. Kalau keterbalikan berarti kurang pasokan bensin n kaya sama oksigen = gak imbang. Karena pada prinsipnya bahan bakar + O2 -> CO2 + H2O.
Baca selengkapnya »

Rabu, 03 Agustus 2011

Stel CO / Lamda / AFR / Emisi gas buang Next G

Cuman scan untuk sharing history penyetelan CO pada Baleno Next G pada 16 juli 2009 silam.

Gambar 1 - Printing uji emisi before and after

Hasil unknown. Tapi yang jelas saat ini dipakai konsumsi BBM jenis premium stabil di kisaran 1:10.5 untuk pemakaian kombinasi dalam kota dan tol termasuk rute pendek-pendek. Tenaga mesin juga terhitung normal.
Baca selengkapnya »

Minggu, 30 Januari 2011

{hendra98} Report Carbon Clean di GBT Dukuh Kupang

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=358369303#post358369303

lapor gan,
tadi siang ane habis carbon clean di GBT Dukuh Kupang, ternyata GBT itu singkatan dari nama si pendiri.

Gejala awal :
1. sering batuk2 di rpm rendah
2. kalo idle ac on. knalpot sering batuk2
3. konsumsi bbm dalkot boros sekali , 1:6 atau 1:7

langkah yg telah ane lakukan : reset ECU, tapi tidak terlalu berpengaruh

pada saat dicek emisi sebelum carbon clean :

CO : 1.045 %vol
CO2 : 13.91 %vol
Lambda : 0.998
02 : 0.98 %vol
HC : 323 ppm vol

kata teknisinya angka HC ini yg tidak wajar.. seharusnya berada maksimal 300 ppm vol, makanya boros. kadar CO2 pun terlalu tinggi sehingga dipastikan terlalu banyak jelaga di pengapian....

akhirnya dilakukanlah carbon clean, dan hasilnya lambda bisa diperoleh angka 1, tetapi ternyata HC tidak bisa ditekan dibawah 300 ppm.

saat dilakukan test drive masih batuk2 juga, ternyata ada tersangka lain yaitu satu busi yg mati..,
untung ada beberapa toko sparepart di kedungdoro yg buka setengah hari. Sama yg punya ditoko ditawarin busi NGK yg katanya lebih bagus dan lebih mahal dikit, beda 2500 perak. Akhirnya dicoba deh...., sekalian ganti filter udara tapi gak dapat DENSO, dapatnya indopart seharga 60rb (yg DENSO berapaan yaa?)

setelah ganti busi, ganti filter..... tarikan lebih oke.., pake busi NGK juga rasanya mbal ku tarikannya agak2 liar.... jadi pangling
dan juga emisinya jadi lebih friendly.... angka HC bisa di 200an, batuk2 hilang

total biaya
1. carbon clean : 250rb
2. tips : 10rb
3. filter indopart : 60rb
4. busi NGK 4 buah @17,500 : 70rb
3. parkir di dua tempat di kedungdoro: 2,500
5. es tebu 2 gelas : 3,000

total : almost 400rb....

credit : thanks to bro singachu, dan bro kijangtua

ps : ada yg tau harga filter udara denso?

by hendra98

Selasa, 25 Januari 2011

DIY : {Zindro} Report Fuel Consumption hasil percobaan putar CO Adjuster / Setel CO

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=355507085#post355507085
lanjutan dari : http://otodiy.blogspot.com/2010/12/diy-zindro-ukur-nilai-resistansi-co.html

Met pagi.

Report FC
Trip 346,4km 42,21L
FC 1: 8,2
Sepertinya ini dah terbaik, masih jauh dr yg diharapkan, paling tidak 1:10.
Setelan dah mentok ke kanan, paling sisa 1 putaran aja.
Tuh Trimpot ada 24 putaran dan kalau mentok diterusin hasilnya masih sama (tidak pindah posisi ke ujung satunya). Mis : R=0 ohm ke kanan terus juga akan sama.

gambar 1

by Zindro

Minggu, 26 Desember 2010

DIY : {Zindro} ukur nilai resistansi CO Adjuster untuk patokan setel CO Aerio

sumber Diskusi di kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=337207627#post337207627
lanjutan dari : DIY Setel CO / Lamda Aerio

Tambahan:
Setelan CO menggunakan VR 50K (3 pin) dengan jumlah putaran 20~22.

Setelan Beres.
Ukur VR ujung ke ujung dengan multimeter 51,2K. Cabut setelan & diukur dg tester 11,9K dan 39,8K. (kait menghadap ke bawah).

Putar ke kanan 3 x 360 derajat
18K dan 33,8K.

Hasil pengukuran kurang akurat krn memakai multimeter murahan.
1. 11,9+39,8 = 51,7K
2. 18 + 33,8 = 51,8K

18-11.9= 6,1 (3 putaran)
Berarti 1 putaran penuh setara 2,03K
Dikonversikan ke putaran berarti ada sekitar 24 putaran.

Dg mengukur tahanan yg ada bisa dilakukan penyetelan lebih akurat dan dapat mengingat posisi awal shg jika kurang puas bisa dikembalikan ke posisi semula.
Zindro is offline Add to Zindro's Reputation Report Post Report Post

by Zindro

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=337531040#post337531040

ukur hambatan di setelan CO seperti om zindro..
cm gw masih bingung.. gak ada patokan...

gambar 1

gambar 2

Baca selengkapnya »